Dark to My Eyes

",it's beauty when the times has comes,"

My Photo
Name:
Location: Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

it's my blog Please.. Visit Anytime...

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
www.flickr.com
iqy_12born@yahoo.co.id's photos More of iqy_12born@yahoo.co.id's photos
Previous Posts
;<;;/div>
Visit the Site

Powered by Blogger

MARVEL and SPIDER-MAN: TM & © 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. © 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved.
Music Recent
Friday, June 1, 2007 |
Linkin Park: 'MINUTES TO MIDNIGHT' Nu-Metal Abis


Rupanya Linkin Park menenpati janji. Dimana sebelumnya mereka berkoar-koar akan membuat album ketiga mereka sebagai bentuk nu-metal yang lain dari pada lainnya. Benar saja MINUTES TO MIDNIGHT, album baru grup band asal Los Angeles ini merentangkan ketreativitas baru, sebuah karya yang belum pernah ditelurkan sebelumnya.

Album studio ketiga Linkin Park ini benar-benar nu-metal abis. Dilengkapi dengan beat electronic dan bagian-bagin kecil lain yang menyatukan tembang In Pieces. Sedang tembang Bleed It Out membuat pendengarnya ikut bergetar liar seiring irama.

Band ini membuat belokan dengan emosi lewat irama mall-punk bernuansa balada di tembang Leave Out All the Rest. Belum lagi buaian irama gitar di tembang Given Up dan No More Sorrow. Sedikit rap dari MC berserta co-producer Mike Shinoda di Hands Held High, memberikan tamparan pada George Bush lewat syairnya.

Meski vocalis band ini, Chester Bennington mencoba mendalam dengan melodi berbeda, dia terdengar lebih seperti menyuarakan kemarahan monotonnya. Chester melepaskan kemarahannya dalam hal cinta lewat tembang Valentine's Day. Begitu pula kemarahan tentang respon pemerintah pada bencana Badai Katrina di tahun 2005 dalam tembang The Little Things Give You Away.

Akhirnya, seperti keseluruhan saat-saat paling menarik di MINUTES TO MIDNIGHT, semuanya tak lepas dari tangan-tangan produser lagu yang luar biasa hebat, Rick Rubin, yang telah membantu menghasilkan dan memoles album baru Linkin Park ini hingga tercipta irama terbaik.


Avril Lavigne: 'THE BEST DAMN THING' Lebih Segar Dan Meriah


Bagi kebanyakan mantan bintang pop remaja, album ketiga bisa berarti satu hal: waktunya untuk jadi dewasa dengan mengubah dandanan atau menyanyikan lagu-lagu berbau balada. Namun tidak bagi Avril Lavigne. Sewaktu kondang sebagai penyanyi remaja, Avril dikenal dengan lagu-lagunya yang diwarnai kemarahan dan pemberontakan. Dan sekarang, sebagai wanita menikah berusia 22 tahun, ia masih membiarkan jiwa remajanya mencuat keluar lewat album barunya THE BEST DAMN THING.

Avril masih mengembangkan jiwa pemberontaknya dalam tembang bertajuk Girlfriend. Memang ada sedikit unsur dewasa dalam album ketiga ini jika dibanding dengan Let Go, mungkin karena di album ini Avril membiarkan dirinya bertindak lebih liar dari pada agresif seorang remaja.

Keriangan banyak tersirat dalam syair yang digubahnya, walau mungkin sedikit dibatasi dalam kadar tertentu. Dalam tembang I Don't Have to Try ia mencoba mengungkapkan betapa dialah hal yang paling nakal yang pernah siapapun kenal.

Tembang lain seperti Everything Back But You dan I Can Do Better menunjukan betapa tingkah nakalnya tak dapat dicegah, tapi ini cukup menyenangkan untuk didengar, lebih segar dan meriah lebih dari hit luar biasanya, Let Go. THE BEST DAMN THING memang terdangar kontras, nakal dan berirama pop catchy yang menggelikan.


Good Charlotte: 'GOOD MORNING REVIVAL' Lebih Matang Dan Mantap


Dengan banyak tindikan, kepala plontos dan tato bejibun membuat Good Charlotte mendapat julukan sebagai punk band. Namun kebalikan dari julukan tersebut, di album keempatnya ini mereka akan lebih banyak mengusung irama bernuansa tahun 1970-an dan dalam album album yang bertajuk GOOD MORNING REVIVAL ini, Good Charlotte mengusung beberapa tembang yang menunjukan kematangan mereka.

Dalam album-album sebelumnya Good Charlotte banyak mengusung pop-punk, hal yang berbeda dengan tembang rap Keep Your Hands Off My Girl dan Broken Hearts Parade, yang terdengar bak lagu-lagu Green Day ditambah terompet. Namun, album ini juga jadi penanda kedewasaan kedua pentolan grup ini, kembar Joel dan Benji Madden yang banyak menggubah lagu di album-album mereka.

Kematangan tembang-tembang gubahan Madden dapat terlihat dalam lagu The River. Ditambah beberapa tembang beraliran pop seperti Something Else dan Where Would We Be, yang sepertinya mengisahan tentang perpisahan Joel dan Hilary Duff.

Tembang lain seperti Misery, Victim of Love dan Break Her Heart lebih memberikan tawaran optimisme pada para penggemar. Dan March On, menutup gegap gempita dari 13 lagu yang terdapat di GOOD MORNING REVIVAL ini . Namun, tak peduli apapun julukannya, funk atau rocker, Good Charlotte akan terus melaju.


Stephen Marley: 'MIND CONTROL' Penawar Rindu


KapanLagi.com - Bagi penggemar Bob Marley, peluncuran debut album putranya, Stephen Marley kali ini mungkin bisa jadi penawar rindu. Di bagian B dari album MIND CONTROL ini Anda akan dapat membayangan mendengarakan suara ayahnya sendiri. Stephen anak keempat dari legendaris musik regae ini kebetulan memiliki suara mirip sang ayah.

Selain suaranya, Stephen juga diberkati bakat mencipta lagu seperti Bob. Dia berpartisipasi dalam menggubah lagu dan juga memproduksi hampir seluruh album kakaknya, Damian di 2005 dan kembali memperlihatkan kemampuannya di album debutnya ini.

Seperti dalam tembang Hey Baby diisi beberapa syair Mos Def dan diperindah dengan nuansa produksi R&B. Tembang The Traffic Jam berirama nge-dance. Iron Bars diluncurkan dari akarnya, regae klasik. Sedang Mind Control merupakan warisan keadilan Bob Marley dan itulah yang paling banyak dikatakan.
posted by Ricky @ 8:44 PM

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home